MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU
Manusia dalam kehidupannya tidaklah bergantung pada diri sendiri. Setiap apa yang akan dilakukan seorang manusia pasti berhubungan dan membutuhkan orang lain. Manusia selain disebut sebagai makhluk individu, juga disebut sebagai makhluk sosial. Manusia dengan kodratnya sebagai makhluk sosial, tidak dapat hidup seorang diri. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan manusia lainnya. Dan menurut tafsir Al-Qur’an mengenai manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial tertera dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 71:
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللّهَ وَرَسُولَهُ أُوْلَـئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّهُ إِنَّ اللّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Artinya:
‘Dan orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan, sebagian mereka menjadi para penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh yang ma’ruf, mencegah yang munkar, dan melaksanakan shalat secara berkesinambungan, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan dirahmati Allah. Sesungguhnya, Allah Maha Perkasa, lagi Maha Bijaksana”
Dan kita sebagai makhluk individu harus bisa menjaga diri baik-baik. Karna luang lingkup kita bukan hanya tentang kita saja atau diri sendiri, melainkan banyak orang yang akan kita jumpai karna kita bukan hanya makhluk individu, melainkan kita adalah makhluk sosial yang saling berinteraksi dan saling berhubungan antar sesama makhluk.
Komentar
Posting Komentar