TENTANG ALIRAN SENI RUPA

ALIRAN SENI RUPA 

    Aliran, seperti dalam istilah bidang lain, sama dengan ‘haluan pendapat” (KUBI, 1991: 31). Haluan pendapat tersebut, dalam karya seni rupa, akan tampak dalam tampilan karya. Seseorang yang berpendapat bahwa suatu objek harus digambarkan secara nyata, tanpa ditambah-tambah, tanpa dilebih-lebihkan, dalam lukisan (misalnya) yang dibuat oleh orang yang berpendapat seperti itu akan tampak gambaran paham tersebut. Karena seni adalah gambaran pikiran dan perasaan senimannya, maka tak ada satu karya senipun yang steril dari pikir, rasa, dan kesadaran lingkungan seniman pelakunya. 

    Dalam perkembangan seni rupa Barat, aliran “muncul tidak saja bertumbuhan secara bersama, tetapi juga bersimpang-siur.Bahkan kadang-kadang bertentangan yang satu dengan yang lainnya” (Arifin, 1985: 122). Dalam kondisi tertentu, satu aliran merupakan pengganti aliran lain, penentang aliran lain, atau penerus aliran lainnya. Pada kenyataannya, di dalam seni rupa Barat, muncul dan tenggelamnya  aliran  sejalan dengan keadaan yang terjadi secara sosial. Reaksi terhadap kaum bangsawan yang lebih suka kemewahan, misalnya, memunculkan aliran yang mengusung penggambaran kondisi nyata di luar istana. Semua yang serba mewah, oleh seniman yang menentang keberadaan kaum istana, dianggap tidak menggambarkan dan mewakili keadaan sebenarnya. Sejalan dengan ciri masyarakat modern Barat pada saat aliran-aliran itu mulai muncul, banyak seniman yang kemudian berganti-ganti aliran sesuai dengan pola dasar pencarian yang tanpa henti. Pablo Picasso, misalnya, salah seorang pelukis Barat terkenal, gaya lukisannya berulang kali berubah hingga dia menenukan aliran yang paling mantap untuk ciri dirinya: aliran kubis (cubisme). Di Indonesia, misalnya pelukis Affandi, pada periode melukis tertentu dia menggunakan gaya naturalistis untuk melukis tokoh-tokoh yang dekat dengannya, ibu misalnya. Tetapi kemudian Affandi berubah menjadi expressionist seperti Oskar Kokoschka atau Vincent van Gogh. 

    Dalam perkembangan seni rupa Barat, aliran “muncul tidak saja bertumbuhan secara bersama, tetapi juga bersimpang-siur.Bahkan kadang-kadang bertentangan yang satu dengan yang lainnya” (Arifin, 1985: 122). Dalam kondisi tertentu, satu aliran merupakan pengganti aliran lain, penentang aliran lain, atau penerus aliran lainnya. Karna banyaknya pendapat tersebut aliran dalam seni rupa berubah-ubah. 

Contoh aliran seni rupa :
  - Neoklasisime 
  - Romantisme
  - Realisme
  - Impresionisme
  - Futurisme
  
Neoklasisme :
  
  - Neoklasisme(Jacques-Louis David)
  

  - Neoklasisme Angelica Kauffman-Painting Color(1780)
  

  Romantisme :
  
  - Romantisme-Fishermen at Sea oleh J.M.W Turner
  

  - Romantisme-Fransisco Goya, The Second of May 1808


  Realisme :
  
  - Realisme-A Burial at Ornans oleh Gustave Courbet
  

  - Realisme-The Potato Harvest oleh Jean-Francois Millet
  

  Impresionisme :
  
  - Impresionisme-Water Lilies oleh Claude Monet
  

  - Impresionisme-Eugene Manet and His Daughter at Bougival oleh Berthe Morisot.
  

  Futurisme :
  
  - Futurisme-Dancer in Pigalle oleh Gino Severini
  

  - Futurisme-Science Against Obscurantism(1920) oleh Giacomo Balla
  

    Aliran seni rupa tersebut memiliki ciri-ciri yang mirip, karna penggambaran atau dasarnya melalui pola berpikir. Itu juga berpengaruh terhadap kebiasaan atau perilaku para seninam yang merupakan reaksi yang muncul dalam diri sehingga ada keinginan untuk memunculkan gaya atau aliran-aliran baru dalam aliran seni rupa itu sendiri.
 
- The Raft of Medusa karya Theodore Gericault

The Raft of the Medusa (Le Radeau de la Méduse) adalah karya lukisan cat minyak yang dibuat oleh pelukis dan penulis litografi asal Prancis yang bernama Jean-Louis André Théodore Géricault.[1] Lukisan yang dibuat pada abad ke-19 tersebut dianggap sebagai ikon romantisisme yang menggambarkan aspek kemanusiaan dan politik.
The Raft of the Medusa (Le Radeau de la Méduse) adalah karya lukisan cat minyak yang dibuat oleh pelukis dan penulis litografi asal Prancis yang bernama Jean-Louis André Théodore Géricault. Lukisan yang dibuat pada abad ke-19 tersebut dianggap sebagai ikon romantisisme yang menggambarkan aspek kemanusiaan dan politik.

- A Burial at Ornans karya Gustave Courbet

Lukisan itu secara halus membahas meningkatnya sekularisasi Prancis pada saat itu, dengan para pendeta digambarkan sebagai karikatur kasar dengan punggung mereka berbalik kepada Kristus, yang tampaknya tidak diperhatikan oleh para pelayat.

- Demoiselles d'Avignon karya Pablo Picasso

Lukisan tersebut tidak sembarangan dibuat. Sebelumnya ia telah mempelajari karya pematung Iberia dan patung Afrika lainnya (patung primitif) yang biasanya berbentuk melengkung dan tidak proporsional. Ketidaksembarangan Picasso juga dibuktikan dengan beberapa eksperimen yang sering dilakukannya, terutama pada perspektif dan distorsi yang ada pada suatu lukisan



Pustaka Rujukan :
Buku Tinjauan seni rupa / oleh Drs. Jajang Suryana, M.Sn.
https://serupa.id/aliran-romantisisme/
https://serupa.id/realisme/
https://serupa.id/impresionisme/
https://www.dictio.id/t/siapa-saja-tokoh-pelukis-aliran-neoklasikisme/43499/3
http://fadhilardiansyahs.blogspot.com/2019/01/futurisme.html
https://carramellatte.blogspot.com/2019/02/mengapresiasi-karyaseni-rupa-raft-of.html
http://catatanotakpelajar.blogspot.com/2017/03/realisme.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Pablo_Picasso

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bendungan Gerokgak, Buleleng, Bali