Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018
MAWARITS Ilmu mawaris adalah salah satu cabang ilmu yang penting dalam Islam. Ilmu yang menyangkut pembagian waris ini memberikan ketentuan mengenai pembagian harta waris agar dapat dapat disalurkan kepada yang berhak menerima sekaligus mencegah kemungkinan terjadinya   konflik dalam keluarga  maupun perselisihan dalam pembagian harta warisan tersebut. Dengan ilmu mawaris ini, harta akan dibagikan secara adil dan tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan  Pengertian Mawaris Kata mawaris berasal dari kata waris atau Al-miirats, waritsa yang berarti berpindahnya sesuatu yakni harta yang berupa materi dari seseorang yang disebut sebagai pewaris kepada orang lain yang disebut sebagai ahli waris. Ilmu yang mempelajari hal-hal yang menyangkut waris disebut dengan ilmu mawaris atau dikenal juga dengan istilah fara’id  D asar hukum yang mengatur ilmu mawaris adalah sebagai berikut: لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَاء...
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL Manusia tidak akan lepas dari pengaruh masyarakat, dirumah, disekolah, dan dilingkungan yang lebih besar manusia tidak akan lepas dari pengaruh orang lain. Oleh karena itu manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, yaitu makhluk yang didalam hidupnya tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh manusia lain atau memerlukan interaksi dengan orang lain. Kita sebagai makhluk sosial harus bisa menjalin tali silaturahmi antar sesama. Kita harus bertegur sapa antar teman, kerabat, dan siapa pun karna kita sebagai makhluk ciptaan Allah tidak boleh saling bermusuhan karna barang siapa yang tidak saling bertegur sapa dalam tiga hari maka itu bisa menjadi penyebab tertahannya amalseseorang, lalu yag kedua bisa menjadi ancaman neraka jika belum berdamai sampai mati, seperti yang dijelaskan dalam hadist berikut : Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْ...
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU Manusia dalam kehidupannya tidaklah bergantung pada diri sendiri. Setiap apa  yang akan dilakukan seorang manusia pasti berhubungan dan membutuhkan orang lain. Manusia selain disebut sebagai makhluk individu,  juga disebut sebagai makhluk sosial. Manusia dengan kodratnya sebagai makhluk sosial, tidak dapat hidup seorang diri. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan manusia lainnya . D an menurut tafsir Al-Qur’an mengenai manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial tertera dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 71: وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللّهَ وَرَسُولَهُ أُوْلَـئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّهُ إِنَّ اللّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ Artinya: ‘ Dan orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan, sebagian mereka menjadi para penolong bagi sebagian yang lain. Me...
IBADAH MAHDHAH Ibadah mahdhah  ialah  ibadah  dalam arti sempit yaitu aktivitas atau perbuatan yang sudah ditentukan syarat dan rukunnya. Maksudnya syarat itu hal-hal yang perlu dipenuhi sebelum suatu kegiatan ibadah itu dilakukan. Sedangkan rukun itu hal-hal, cara, tahapan atau urutan yang harus dilakukan dalam melaksanakan ibadah itu. Contoh Ibadah Mahdhah :   - Sholat - Puasa - Haji - Membaca Al-Qur’an - D an masih banyak lagi. Ibadah Mahdhah itu sendiri Keberadaannya harus berdasarkan adanya dalil perintah ,   baik dari al-Quran maupun al- Sunnah, jadi merupakan otoritas wahyu, tidak boleh ditetapkan oleh akal atau logika keberadaannya.   Tatacaranya harus sesuai dengan ajaran  Rasul ullah sa w. Bersifat supra rasional (di atas jangkauan akal ) karna ibadah ini tidak bisa diukur dengan logika. Azasnya “taat” , yang dituntut dari hamba dalam melaksanakan ibadah ini adalah kepatuhan atau ketaatan. Hamba wajib meyakini bahwa ap...
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK IBADAH وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ “Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah kepada-Ku” ( QS: adz-Dzariyat ;56) Allah menciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah kepadanya. Jelas Allah telah terangkan dalam firmannya bahwa kita sebagai makhluknya harus beribadah kepadanya karena Allah lah yang telah menciptakan kita,, jadi kita harus beribadah kepadanya, menjalankan perintahnya dan menjauhi segala larangan. Dalam setiap kehidupan pun pasti kita sebagai umat islam jika ada pekerjaan ataupun kegiatan atau apapun yang kita lakukan itu adalah ibadah jika diawali atau dibarengi dengan niat yang baik dan berdo’a hanya kepada Allah. Karna itulah kita sebagai makhluk-Nya harus taat kepada-Nya. Dengan adanya konteks ini, manusia selalu merasakan kebutuhan akan Tuhan, dan dengan demikian ia tidak berbuat sesuka hati. Karena itulah, akan ada kendali atas prilakunya selama hidup.
MANUSIA SEBAGAI CIPTAAN ALLAH Kita sebagai manusia harus bersyukur kepada Allah SWT karena Allah telah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya. Allah menciptakan manusia dengan sangat baik, manusia diberi akal dan nafsu, sedangkan makhluk ciptaan Allah yang lain hanya diberi salah satunya seperti Malaikat yang diberi akal ia diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah. Kemudian hewan, mereka hanya diberi nafsu oleh Allah, dan hewan hanya bisa mengikuti nasfu batinnya saja. Sedangkan manusia diberikan keduanya karena diberi kepercayaan oleh Allah. Tetapi manusia itu sendirilah yang menentukan arah jalannya sendiri apakah ia ingin mengikuti hawa nafsunya atau menggunakan akalnya. Dan juga manusia dipercaya untuk menjadi khalifah di bumi berdasarkan Al-Qur ’an surat Al-Baqarah ayat 30 : “Dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi. Mereka berkata, “Apakah engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah dis...